Friends

Mesir Digoncang Unjuk Rasa, Jutaan Orang Siap Turun Usai Shalat Jumat

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO--Hari Jumat, yang dikenal sebagai hari ibadah tidak menghentikan warga Mesir untuk terus berunjukrasa memprotes Presiden Hosni Mubarak.

Meski jaringan internet dan telepon seluler terganggu selama beberapa jam, warga terus menggelorakan perlawanan terhadap pemerintah Mesir. Penyedia jaringan internet di Negara Mesir, Seabone, mengatakan tidak ada lalu lintas internet di Mesir selama beberapa jam terakhir.

Sebelum jaringan internet diputus, di laman jejaring sosial yang digunakan warga Mesir, ramai membicarakan soal unjuk rasa Jumat ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Mesir untuk menggoyang pemerintahan Hosni Mubarak.

Kelompok-kelompok pengunjuk rasa berusaha menggalang massa untuk kembali turun ke jalan usai Shalat Jumat. Diperkirakan akan ada jutaan orang yang berpartisipasi. Ini adalah unjuk rasa terbesar dan terparah di Mesir dalam jangka waktu 10 tahun terakhir.

Kantor Berita Associated Press menyatakan, pasukan khusus antiteror Mesir sudah ditempatkan di sejumlah titik vital untuk mengantisipasi unjuk rasa.

Ikhwanul Muslimin, opossi di Mesir, mengatakan mereka akan turun ke jalan Jumat ini. Begitu juga Mohamed ElBaradei, mantan kepala Badan Pengawas Nuklir PBB, yang kini kembali menjadi aktivis.

"Ini saat yang kritis bagi Mesir. Saya berpartisipasi penuh untuk rakyat Mesir," katanya. "Keinginan rakyat untuk perubahan harus dihormati. Rezim pemerintah jangan menggunakan kekerasan untuk meredam unjuk rasa," katanya lagi.


Red: Stevy Maradona
Sumber: Al Jazeera

2 komentar:

Post a Comment

    Warung Bebas TV Streaming
    free counters
    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More